This Way

Pages

Wednesday, 19 October 2016

Open Recruitment TBM FK UR 2016/2017



Perjalanan Calon Anggota TBM FK UR Angkatan ke IX
Bung Hatta pernah bertutur “Bahwa kaderisasi sama artinya dengan menanam bibit. Untuk menghasilkan pemimpin bangsa di masa depan, pemimpin pada masanya
Harus menanam”.
Tak terasa, telah tiba saatnya untuk melakukan Open Recruitment TBM FK UR untuk menampung calon anggota yang sigap dalam kegawatdaruratan medis.
Beberapa tahap Open Recruitment telah dilewati, salah satunya adalah Seminar dan Workshop Kegawatdaruratan Medis (Muskuloskeletal) yang dilaksanakan Minggu, 25 September 2016. Dilanjutkan dengan Tes Psikologi Calon Anggota bersama Lembaga Psikologi Terapan Universitas Islam Riau (UIR) pada hari Sabtu, 1 Oktober 2016.
Tahapan berikutnya adalah Tes Fisik dan Wawancara yang dilaksanakan pada Sabtu, 8 Oktober 2016.
Dan akhirnya, sesaat lagi kita akan memulai tahap selanjutnya yaitu Medical Emergency and Disaster Response Training (Medistra) tahapan Pra-Lapangan.
Berdasarkan hasil tes psikologi, fisik dan wawancara yang telah dilakukan, berikut nomor-nomor calon anggota TBM FK UR yang berhasil lulus ke tahap Pra-Lapangan:
T-101         T-102     T-103     T-104     T1-105
T-203         T-205     T-206     T-207     T-208
T-209         T-210     T-211     T-212     T-213
T-215     T-216     T-217     T-218
                    
Selamat kepada para calon anggota yang berhasil melanjutkan ke tahap Pra Lapangan!
Bagi yang belum lulus, dapat mencoba lagi di tahun berikutnya...
Kami menunggumu saudara-saudari kami,
Perlihatkanlah kesungguhan dan semangatmu...Tetap kompak ,tumbuhkan rasa percaya dan tetaplah solid..
Jangan lengah, perjalanan kalian baru saja akan dimulai.
Tidak ada sesuatu yang "tidak sanggup" untuk dijalani, semua tergantung kepada "Mau atau Tidak mau" untuk melakukannya. Kami tunggu sebaik-baiknya dari kalian...
TBM FK UR, JAYA JAYA JAYA !

Sunday, 31 July 2016

Struktur Kepengurusan TBM FK UR 2015/2016

TIM BANTUAN MEDIS FK UR
Salam Time Saving Is Life Saving!
Dengan berakhirnya kepengurusan TBM FK UR 2015/2016, TBM FK UR kembali mengadakan Musyawarah Anggota (Musang) pada Sabtu-Minggu, 23-24 April 2016 yang lalu.
Rapat pengambilan keputusan tertinggi ini dihadiri oleh Dosen Pembina Organisasi TBM FK UR yang baru yaitu dr. Mukhyarjon, M. Biomed, SpPD

Mau tahu susunan kepengurusan TBM FK UR yang baru? CHECK THIS OUT!

Ketua              : Mugen Adi Suryo (TBM 15.02 FT)
Sekretaris        : Melia Novira (TBM 15.03 FT)
Bendahara       : Nurbaity jannah (TBM 15.01 FT)
Divisi-Divisi
1. Pendidikan dan Latihan (Diklat)
            Koordinator    : Arie Milandayani (TBM 15.05 FT)
            Anggota          : Witri Wulandari (TBM 14.02 RD)
                                      Khairunnisak (Anggota Muda)
                                      Muthia Fitriani Ridarto (Anggota Muda)
2. Logistik
            Koordinator    : Melia Novira (TBM 15.03 FT)
            Anggota          : Hairini Elita (TBM 14.01 RD)
                                      Dwi Ambar Wati (Anggota Muda)
                                      Lelly Fatimah (Anggota Muda)
3. Informasi Komunikasi dan Advokasi
            Koordinator    : Nadiah Yamanza Ardini (TBM 15.04 FT)
            Anggota          : Prayogo (TBM 14.04 ET)
                                      Delly Noer Oktaviani (Anggota Muda)

Semoga kepengurusan yang baru ini dapat membuat TBM FK UR semakin maju dan berkembang!          
TBM FK UR JAYA JAYA JAYA!!


Tuesday, 16 February 2016

Selamat Datang Adrenalin!!!




Tahapan demi tahapan open recruitment telah mereka lalui.
Mulai dari Medistra pra-lapangan hingga Medistra lapangan mereka jalani bersama.



Mereka melewati semua rintangan mendaki, menuruni bukit, mengarungi sungai dan bebatuan yang tentu saja tidaklah mudah.
Tetapi dengan saling menyemangati, menguatkan satu sama lain maka lahirlah anggota muda TBM FK UR angkatan ke VIII “Adrenalin”






Mulai dari barisan ke 3 dari kanan
(Lelly Fatimah, Khairunissak, Muthia Fitriani Ridarto, Delly Noer Oktaviani, Dwi Ambar Wati)

Filosofi 5 wanita tangguh ini memilih nama angkatan Adrenalin adalah ingin menjadi bagian terpenting di dalam keluarga TBM FK UR sebagaimana
Pentingnya hormon Adrenalin di dalam tubuh manusia.

Makna arti kehidupan akan kita ketahui saat kita bersatu menjadi satu dengan adanya tali persaudaraan.
Tabah sampai akhir, jaya selalu TBMku!

TBM FK UR JAYA!! JAYA!! JAYA!!



.

Sunday, 15 November 2015

Pendakian Menggapai Atap Sumatera




Gunung Kerinci dengan ketinggian 3805 mdpl, merupakan puncak gunung tertinggi di pulau Sumatera juga merupakan puncak ‘Gunung berapi tertinggi di Indonesia’  berada di wilayah Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, termasuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Suatu anugerah yang luar biasa, saya dan kawan-kawan diberikan kesempatan untuk dapat menggapai Atap Sumatera.

Perjalanan ini saya lakukan pada saat saya lagi menjalani program Magang/proses perkoas-an di RSUD AA Pekanbaru. Perencanaan perjalanan ini pun diadakan secara mendadak (H-1 minggu sebelum keberangkatan). Tiba-tiba saya dapat ajakan dari senior saya yang sudah dokter untuk melakukan pendakian. langsung terhenyak dipikiran saya, kalau kesempatan bukan kita yang menciptakan, kapan lagi kita bisa melaksanakan, tanpa terasa saya langsung menyetujui ajakan senior saya. Semua persiapan dilakukan dalam 1 minggu beserta persiapan fisik dan pencarian anggota keberangkatan. Akhirnya terkumpul 4 orang (Saya bersama 2 senior saya yang sudah dokter, dan kawannya) untuk melakukan peendakian ke Puncak Sumatera ini. (Memang kalau kita sudah berniat dan bertekad, tidak ada yang mustahil kita kerjakan) Perjalanan dari pekanbaru ke Jambi kita tempuh dengan motor dan menghabiskan waktu sebanyak 22 jam (bisa kebayang ya selama 22 jam perjalanan motor dengan carrier yang gede). Memang lebih asyik perjalanan ditempuh dengan kendaraan dua kebanding dengan mobil dan tertutup (kita bisa menikmati segarnya udara selama perjalanan dan pemandangan yang sangat indah). Selama perjalanan, kita sempatkan untuk singgah di beberapa lokasi wisata.


Sesampainya di Kayu Aro, kita langsung menuju ke rumah kawan saya (Kawan saya (Ferdi) waktu pendakian ke Gn. Tujuh). Pada saat itu juga kita menyusun jadwal perjalanan dari awal pendakian sampai balik ke kaki gunung. Sekalian menyiapkan logistik untuk pendakian besoknya. Keesokkan harinya, kita berangkat dari rumah Ferdi menuju kaki Gn.Kerinci untuk melakukan pendakian. Memangg Luarbiasaaa,, Gn.Kerinci mulai menampakkan Keanggunannya dari kejauhan..!!




Basecamp - Pos I (30 menit)
Perjalanan dari basecamp ke Pos I masih terbilang cukup landai, hutan tertutup dengan kondisi jalan yang becek dan licin, oh ternyata kemarin baru turun hujan.
Pos I - Pos II (30 menit)
Masih dengan kondisi jalan yang sama, namun tanjakan yang di temukan sudah semakin banyak.


Pos II - Pos III (40 menit)

Jarak tempuh dari basecamp sampai pos III kami tempuh dengan waktu total 1,5 jam. Kira kira kalau di break-down waktunya seperti diatas. Pos III adalah satu satunya Pos yang memiliki sebuah gazebo, ke dua pos sebelumnya hanya ditandai berupa tiang dan papan nama.


Pos III - Shelter I (50 menit)
Trek jalan sudah menukik tajam, bukan hanya tanjakan namun juga pendaki harus bisa memilih pijakan. Pada saat perjalanan dari pos III ke shelter 1, cuaca hujan , kami kemudian memutuskan untuk makan siang di Pos III. Setelah makan siang, cuaca masih hujan, bebekal jas hujan, kami malanjutkan perjalanan menuju shelter 1. Pada pukul 3, kami sampai di shelter 1 dan cuaca mulai bersahabat. Kegiatan di mulai dengan persiapan doom dan persiapan makan malam.  




Shelter I - Shelter II (3 jam)
Perjalanan terberat selama pendakian Kerinci. Tiga jam yang menguras emosi, trek pendakian semakin tertutup dengan kemiringan 60 derajat. Selama trek pendakian ini akan ditemukan 2 trek yang berbentuk seperti goa dimana kita harus jalan setengah membungkuk. Bagian paling menguji kesabaran dimana pendaki bukan hanya sekedar membawa badan mengikutin jalur, namun juga harus berfikir untuk memilih jalan.Kami kemudian memutuskan beristirahat  dan makan siang di Shelter II.



Shelter II - Shelter III (70 menit)
Pada saat perjalanan dari shelter 2 ke shleter III, kami kemudian diguyur kembali dengan derasnya hujan. Hal itu tidak membuat semangat kami pudar dan kami terus semangat melanjutkan perjalanan. Setelah 40 menit berjalan dari shelter II akhirnya kami menemukan lahan untuk mendirikan tenda. Trek pendakian sudah mulai terbuka dari shelter II. Dari tenda menuju ke shelter III hanya dibutuhkan waktiu30 menit lagi. Setibanya kami di Shelter III, Hujan pun mulai reda. kami pun bergegas untuk menyiapkan tempat peristirahatan kami dan bekal makan malam kami serta yang tidak terlupakan adalah hangatnya api unggun yang menerpa dinginnya udara. Pada saat sorenya, kami disuguhi sama pemandangan yang sangat luar biasa yaitu sunset dari shelter III. (Pemandangan yang rasanya membuat hilangnya capek selama perjalanan). 







Shelter III - Tugu Yuda (60 menit)
Memulai summit attack pada pukul 03.30, dingin yang menusuk tulang tidak lagi terasa ketika kami sudah berjalan 30 menit lamanya. Summit attack dengan kemiringan trek jalan 60 derajat dengan tekstur yang berpasir. Tugu Yuda adalah check point terakhir sebelum mencapai puncak. Dinamakan Tugu Yuda, karena ini adalah tempat tepat dimana dahulu ada pendaki yang hilang dan bernama Yuda.


Tugu Yuda - Puncak (90 menit)
Trek tekstur menjadi lebih berpasir, bagaimana tidak, inilah gunung berapi tertinggi di Indonesia.

Dan akhirnya sampailah kami di Puncak Kerinci 3805 mdpl, sebuah pemandangan yang di luar nalar untuk dinikmati. Sebuah susunan bongkahan batu diatas lautan awan. Tampak pemandangan Danau Gunung Tujuh yang merupakan Danau Tertinggi di Asia. Pijakan puncak gunung yang langsung berbatasan dengan kawah nya yang masih aktif. Hembusan angin yang semakin kencang menerpa. Matahari kian memunculkan sinarnya, sinar hangatnya bagai mendukung kami untuk lebih lama berada di puncak menikmati alam yang tersaji.







Setelah waktu menunjukkan pukul 09.00 Wib, kami pun bergegas turun ke shelter 3, karena di atas pukul 09.00, jarak pandang perjalanan kita mulai terbatas karena asap kawah yang mulai mengepul. Perjalanan kami teruskan sampai ke kaki gunung sekitar pukul 15.00 Wib, kemudian kami menuju rumah Ferdi untuk bersih-bersih dan siap-siap untuk menikmati malam di Kayu Aro, Keesokann harinya kami melanjutkan perjalanan kami ke Gunung Tujuh, Setelah itu dilanjutkan perjalanan ke pekanbaru. Suatu perjalanan yang sulit dilakukan, semoga saya masih diberikan kesehatan kesempatan untuk menikmati keanggunanmu. Yah.. Suatu saat bersama keluarga kedua saya TBM FK UR akan kembali mengunjungimu. Amin.. (TBM 11 02 CV)



Friday, 13 November 2015

Perjalanan Calon Anggota TBM FK UR Angkatan ke VIII



Pada tahun 2015 ini TBM FK UR telah memasuki tahun kedelapan sejak didirikan pada 11 November 2007, pada usia yang mulai beranjak tua ini, tentunya kita sama sama berharap akan kemajuan TBM FK UR ke depannya.

Demi regenerasi dan kemajuan TBM FK UR, telah tiba waktunya bagi TBM FK UR untuk kembali melakukan Open Recruitment calon anggota TBM FK UR angkatan ke VIII (delapan).

Setelah menempuh beberapa seleksi penerimaan yang dimulai dengan seleksi administratif Seminar & Workshop Kegawatdaruratan Medis, seleksi Tes Psikologi bekerja sama dengan Tim Psikologi UIN Suska, dan seleksi Tes Fisik dan Wawancara.

Berikutnya akan dilaksanakan seleksi Medical Emergency dan Disaster Response Training (Medistra) tahap Pra-Lapangan.
Nomor-nomor calon anggota yang berhasil lulus ke tahap Medistra Pra Lapangan :

T201 - T202 - T203 - T204 - T205 

T206 - T207 - T208 - T209

Selamat kepada para calon anggota yang berhasil lulus...Jangan berpuas diri terlebih dahulu, perjalanan kalian baru akan dimulai.
Perlihatkanlah kesungguhan dan kekompakan kalian!
Kami tunggu kehadiran kalian di keluarga besar TBM FK UR!

TBM FK UR ...JAYA ! JAYA ! JAYA !!!

Note : Tidak ada sesuatu yang "tidak sanggup" untuk dijalani, semua tergantung kepada "mau atau tidak mau" untuk melakukannya
            Jangan sampai terucap “tidak sanggup” sebelum mencoba

Monday, 9 March 2015

Teruslah Berkembang Saudara Kami FRONTAL

Dalam suasana dini hari yang gelap, terdengar sayup suara sungai di kejauhan, telah lahir penerus kami, saudara-saudari baru kami FRONTAL.

8 orang calon anggota TBM FK UR yang telah dilantik menjadi anggota muda setelah melewati segala rintangan, medan bukit, lembah dan sungai , segala macam ujian telah mereka kalahkan dan dikokohkan oleh solidaritas dan kekompakan antar mereka.

Semoga Medistra angkatan ke VII ini dapat membentuk jiwa-jiwa sebagai pribadi anggota TBM FK UR yang tangguh 



Angkatan FRONTAL(bagian bawah, dari kiri ke kanan):
Mugen Adi Suryo, Raja Yumi Gusriani, Arie Milandayani, Melia Novira, Nur Khairani Putri, Nurbaity Jannah, Nadiah Yamanza Ardini, Nur Ulfah Parassadita


Selamat bergabung ke keluarga besar TBM FK UR, keluarga yang kecil tetapi akan senantiasa tumbuh dan berkembang

Persaudaraan itu bagaikan Bintang, tak selalu tampak, namun kita sadar akan keberadaannya.

Jadikanlah pengalungan mitella ini sebagai awal dari perjalanan panjang kalian menggapai cita-cita, keep spirit!

Sebuah Refleksi dari pelaksanaan Medical Emergency and Disaster Response Training (Medistra) Angkatan ke VII TBM FK UR di Hutan Lubuk Nginio kabupaten Kampar; Rabu-Minggu, 4-8 Februari 2015.

Tuesday, 11 November 2014

Perjalanan Calon Anggota TBM FK UR Angkatan ke VII



Tak terasa, telah tiba saatnya untuk melakukan Open Recruitment TBM FK UR
Beberapa tahap Open Recruitment telah dilewati, salah satunya adalah Seminar dan Workshop Kegawatdaruratan Medis yang dilaksanakan tanggal Minggu, 19 Oktober 2014. 
Dilanjutkan dengan Tes Psikologi Calon Anggota bersama BEM Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) tanggal Minggu, 26 Oktober 2014.
Tahapan berikutnya adalah Tes Fisik yang dilaksanakan pada Sabtu, 1 November 2014 dan Tes Wawancara yang diadakan Minggu, 9 November 2014.

Dan akhirnya, sesaat lagi kita akan memulai tahap selanjutnya yaitu Medical Emergency and Disaster Response Training (Medistra) tahap Pra-Lapangan.
Berdasarkan hasil tes psikologi dan wawancara yang telah dilakukan, berikut nomor-nomor calon anggota TBM FK UR yang berhasil lulus ke tahap Pra-Lapangan:
            
 T-105    T-106     T-107    T-202   T-203   T-204  

 T-205    T-206     T-207    T-208   T-210   T-211  

Selamat kepada para calon anggota yang berhasil melanjutkan ke tahap Pra Lapangan!
Bagi yang belum lulus, dapat mencoba lagi di tahun berikutnya..
Kami menunggumu saudara saudari kami,

Perlihatkanlah kesungguhan dan semangatmu..Tetap kompak ,tumbuhkan rasa percaya dan tetaplah solid..
Jangan lengah, perjalanan kalian baru saja akan dimulai.
Tidak ada sesuatu yang "tidak sanggup" untuk dijalani, semua tergantung kepada "Mau atau Tidak mau" untuk melakukannya.
Kami tunggu sebaik-baiknya dari kalian..
TBM FK UR, JAYA JAYA JAYA !

Monday, 25 August 2014

Sejawat ingin PTT? Berikut tips memilih tempat dan peralatan yang harus dibawa

Akhirnya, setelah hampir setahun mengendap di tanah papua, saya kembali berkesempatan merasakan modernisasi. gedung besar, gemerlap lampu jalan, kuliner murah, yang terpenting INTERNETAN KUENCANG!! hehehe.

Dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) sebagai salah satu program Kemenkes RI dalam penempatan dokter untuk berkesempatan mengabdi di daerah perifer di seluruh Indonesia, merupakan salah satu peluang kita untuk lebih mencintai Indonesia. Bagaimana tidak, Indonesia ini luas banget loh.. dengan PTT kita bisa mengunjungi daerah yang belum pernah kita kunjungi dan yang pastinya dibiayai negara. Kapan lagi memakai duit negara kan. hehehe.
Buat sejawat yang mengikuti program ini, saya rasa jika akronim PTT merupakan Program Tamasya Terpadu dapat dijadikan alternatif  yang tepat. Kenapa tidak, setiap kita browsing socmed nya anak anak PTT pasti penuh dengan kegiatan dan picture jalan jalannya, terlebih buat yang di Indonesia Timur, dijamin juara dh gambarnya. Oke, sebelumnya saya bersyukur banget diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk ikut PTT, alasannya simple . yaitu saya dapat menginjak tanah papua, berinteraksi dengan masyarakatnya, yang pasti dibayar cukup menggiurkan. ketimbang saya bekerja di klinik 24 jam ga jelas yang cuma menghargai kita dengan sangat tidak wajar, belum lagi ketidakteraturan hidup kita yang di dominasi dengan jam kerja yang tidak sehat sedikit istirahat dan jalan jalan. Daripada mengeluh mengharapkan belas kasihan pemerintah, saya pun melirik program PTT.

Sesuai dengan judul, saya akan share beberapa tips yang menurut saya penting dalam menentukan tempat PTT. Ingat 5 menit di depan laktop atau PC akan mempengaruhi hidup anda 2 tahun kedepan.
1. Pasang niat ingin menjadi dokter yang baik kepada Allah SWT
Saya rasa kita semua pasti setuju, kalo tips ini diletak di paling atas. Kenapa tidak, sebaik baiknya manusia berencana pasti akan kalah dengan takdir yang ditentukan Allah SWT. Jadi pasanglah niat bahwa semoga dengan PTT ini sebagai jalan kita untuk mengaplikasikan ilmu kedokteran yang kita dapat untuk membantu sesama manusia, kemudian semoga dengan PTT ini menjadikan kita lebih baik dalam hal keilmuan, pengalaman, serta finansial tentunya.

2. Tentukan prioritas utama
Dalam hal ini tanyakan kembali ke hati, tujuan PTT mau apa? Mau sekedar jalan jalan keliling Indonesia nyalurin hobi? Sekedar mendapatkan SMB untuk ngelanjutin PPDS? Mau menabung ? Silahkan jawab sesuai hati nurani. Jika sekedar ingin nyalurin hobi, ya pilihlah tempat yang sesuai. Kalo yang hobi ndaki gunung, bisa daftar di lokasi yang banyak spot tracking nya. Misal di Nusa Tenggara Barat dengan Rinjaninya, Aceh dengan Pegunungan Leuser, Jambi dengan Kerinci. Hobi nyelam ? Bisa ke NTT, Papua Barat, atau Sulawesi, misalnya Wakatobi, dimana sewaktu saya berkunjung ke Wakatobi, ternyata instruktur selamnya adalah dokter PTT, dr Yudi. Bisa disimpulkan beliau PTT sebagai sampingan, tapi diving sebagai usaha utama agaknya. menarik bukan? Tetapi kalo sejawat semua hanya ingin mendapatkan SMB, ada baiknya pilih saja tempat yang tidak lama proses PTT nya. Misal dengan mengikuti PTT Dokkel ataupun mengikuti PTT cara lain. Ataupun pilih lokasi PTT dengan status terpencil dan yang ga jauh dari pusat kota. Biar ga cepat bosan. Mau menabung? untuk kriteria ini sepertinya kita harus siap dengan resiko terberat. Kenapa, sepengetahuan saya jika ini sebagai prioritas utama provinsi papua yang menyediakan kriteria ini. Dan, tidak jarang lokasi yang menjanjikan insentif besar biasanya dengan keadaan : konflik, susah transportasi, susah listrik susah air, susah sinyal, kondisi alam yang ekstrim, dll.
Kalo saya pribadi ngambil alasan terakhir, dikarenakan saya berpikir dengan keadaan diatas, uang yang terkumpul pasti ditabung, karena uang nya pun tidak tau tau mau diapakan.

3. Segera cari referensi tempat
Carilah sejawat sejawat yang pernah mengabdi di lokasi tersebut. untuk mendapatkan contact person salah satunya join dengan facebook dokter ptt, ataupun bertanya dengan alumni kampusnya yang pernah PTT, mana tau punya koneksi dengan lokasi yang ingin dituju sebagai bahan referensi.Browsing di Internet merupakan cara utama untuk mengetahui lokasi yang ingin dituju. Carilah informasi sebanyak banyaknya, misal, jumlah penduduk, jumlah mesjid (buat yang muslim) keadaan geografis, ada atau tidaknya konflik, dan yang terpenting status kesehatan masyarakat dan 10 penyakit terbesar. hal hal diatas akan mempengaruhi perlengkapan yang akan dibawa.

4. Pastikan orang tua sudah restu dengan keinginan untuk PTT
Ridho orang tua merupakan Ridho Allah SWT. itu ajaran dalam agama saya. Jadi sebelum mendaftar di Ropeg Kemenkes, pastikan orang tua benar benar setuju dengan keinginan kita. Dengan hal ini Insyaallah saat kita menjalani PTT, hati kita akan tenag dan yang pasti setiap pekerjaan yang kita lakukan disana akan menjadi berkah. amiin.

dr. Fakhruddin Alfan
TBM 001 LP
Dokter PTT Pusat Kabupaten Deiyai Provinsi Papua