| Penyuluhan dari dr.Suyanto M.PH |
| TBM FK UR sebagai penggerak misi kemanusiaan PTBMMKI |
| Perjalanan ditempuh dengan pompong |
Organisasi intra kampus yang bergerak di bidang siaga bencana dengan dasar ilmu kegawatdaruratan medis dan alam bebas.
| Penyuluhan dari dr.Suyanto M.PH |
| TBM FK UR sebagai penggerak misi kemanusiaan PTBMMKI |
| Perjalanan ditempuh dengan pompong |
Selamat kepada para caang yang lolos ke tahapan selanjutnyaT-101 T-102 T-104 T-105 T-106 T-107
T-109 T-201 T-202 T-203 T-204 T-205
MARILAH BERSAMA–SAMA KITA
DENGAN KEBANGGAAN DAN PERSAUDARAAN
JALIN KERJASAMA ULURKAN TANGAN
MENYONGSONG KEBERHASILAN ORGANISASI KITA
...SALING PERCAYA, DISIPLIN, RENDAH HATI
BANGKITKAN SEMANGAT MENGGEBU
ILMU MEDIS BERPADU ALAM
TIM BANTUAN MEDIS FK UNRI
HUTAN GUNUNG DAN LAUTAN
KITA HADAPI PENUH PERSATUAN
TEGUHKAN HATI SEMBAHKAN YANG TERBAIK
DEMI GELEGAR NAMA TBM FK UNRI
SALING PERCAYA, DISIPLIN, RENDAH HATI
BANGKITKAN SEMANGAT MENGGEBU
BERANGKULAN ABADIKAN KEJAYAAN
TIM BANTUAN MEDIS FK UNRIcipt. Debi TBM PD
Tidaklah berat untuk mengibarkan suatu bendera namun lebih berat untuk mempertahankannya untuk tetap berkibar.
28 OKT 2010
20.30 WIB --> Tim diberangkatkan dari sekretariat TBM, Kampus FK UR, keadaan siap dengan membawa logistik dan obat-obatan. Tim terdiri dari 3 orang, yaitu 2 orang personel TBM ( Dina Rialdi/ TBM 010 dan Ridwan Baihaqi) dan 1 orang sukarelawan dokter muda Darmawi.
29 OKT 2010
02.00 WIB --> Tim tiba di sekretariat bersama PA padang. Kemudian tim disatukan dengan Tim Medis Wanadri, AMP UNPAD, dan Tim Pasteur TNI.
Peta kekuatan medis sementara : 2 orang dokter, 4 orang dokter muda, 1 orang mahasiswa. Obat- obatan diusahakan dari Dinkes Provinsi Sumatera Barat dan IBU Foundation. Kekuatan obat untuk 600massa. Trauma Kit masi kurang.
Laporan dari lapangan menyebutkan di Sikakap hanya ada 1 orang dokter, dengan kondisi penerangan diesel.
15.00 WIB --> Tim berada di pelabuhan Teluk Bayur menunggu pemberangkatan bersama tim relawan lain menuju Mentawai menggunakan kapal besar Labora. Kapal belum bisa diberangkatkan karena masih loading logistik.
23.30 WIB --> Tim dan para relawan diberangkatkan dengan kapal Labora.
30 OKT 2010
07.00 WIB --> Kapal Labora labuh jangkar di kep. Mentawai setelah menempuh perjalanan selama 6 jam 38 menit. Untuk sementara kapal belum bisa merapat ke Sikakap karena kapal terlalu besar. Tim dan para relawan lain masih menunggu boat untuk membawa mereka ke Sikakap.
Peta kekuatan medis sementara : KOSTRAD ( baru tiba tadi malam), PMI sudah membangun rumah sakit lapangan dan sudah langsung mulai berfungsi.
Hasil briefing memutuskan tim langsung membuka rumah sakit lapangan kondisonal. Untuk sementara, obat-obatan masih mencukupi karena kekurangan obat bisa dipenuhi dari LSM yang datang tanpa tenagamedis.
15.00 WIB --> Peta kekuatan medis sementara dari Dinas Kesehatan menyebutkan tenaga medis yang tersedia antara lain :
- 2 dokter spesialis anastesi,
- 1 dokter spesialis ortopedi,
- 1 dokter spesialis anak
- 2 dokter spesialis bedah.
- 23 dokter umum
- 49 perawat.
Kalkulasi tenaga medis sementara ini tidak termasuk tenaga medis lain yang tidak terkoordinasi ke DinKes.
Pantauan sementara di lokasi, kondisi Sikakap terkendali.
30 Oktober 2010
19.00 Ã Tim ke 2 TBM FK UR : Rizki Febrian dan Amba Putra Negoro berangkat ke lokasi bencana
31 Oktober 2010
Tim 2 dah siap2 dan sudah naik k KRI Cirebon,,walaupun dgn seleksi yg ketat dr TNI AL..kbrangkatan msih tertunda krn cuacaTtim membawa serta obat dg tujuan sikakap.
1 November 2010
14.33 Ã hujan badai. utk sementara tim medis tahap2 hanya bisa standby di rmh sakit lap yankes divif I Kostrad, di Sikakap, Pagai Utara. Doakan tim advance medis (TBM, AMP dan tim pendukung) bisa kembali hari ini dg selamat dr Pagai Selatan, setelah kemarin terkurung di daerah Bulasat via boat
15.31 Ã tim sudah kembali dengan selamat. Keadaan cuaca di Sikakap mendung. Tim medis Wanadri bertambah 2 spAn, 1 perawat dari AMDA. Total anggota tim (TBM, Kostrad, AMP, AMDA) 4 spAn, 5 dr, 1 nurse
19.20 Ã Rizky dan Amba sudah merapat, kondisi baik dan sehat
2 November 2010
Info yang diperoleh
1. tim medis tlh smpai di Sibueret, Eruk paboat, Paragoat, Bulasat dan wilyah Pagai Selatan. tidak dalam kondisi emergency, masyrakat butuh recovery dan edukasi medikasi
2. tim medis sekarang sedang menuju Muntai Baru2, Pagai Utara via darat. komunikasi trputus, cuaca cendrung berubah ubah.
3. tim medis yg tdk ikut k lapangan, standbye dipoli umum Yonkes Kostrad.
NB: tidak ada kapal yg balik k padang hari ini.
3 November 2010
18.00 wib à tim sudah sampai di teluk bayur setelah perjalanan 10 jam (diluar perkiraan karena hujan dan ombak tinggi) menggunakan KRI Cirebon.
18.06 wib à pasukan tarik mundur. kondisi emergency sudah tidak ada lagi. masyarakat butuh recovery multisistem.
Khamis 4 November2010
TIM 1 sesudah sampai di teluk bayur langsung berangkat menuju pekanbaru dengan menggunakan travel...Buuummmpp!!!!!.........Duaaarrrr….duaarrrrrrr!!!!!
Suasana kacau,kalut bercampur teriakan histerikal minta tolong dari orang yang berasal dari sebuah rumah susun berlantai 7 yang terletak di pusat kota pekanbaru.
Ledakan berasal dari lantai 6 dan 5 rusun tersebut yang dicurigai berasal dari sebuah tabung gas 3 kg yang bocor
Masyarakat sekitar segera meminta pertolongan petugas pemadam kebakaran serta tim medis
Menurut penduduk setempat tempat tersebut dijadikan mahasiswa untuk belajar terutama dihari libur seperti ini. Sehingga diperkirakan terdapat korban dengan kondisi beragam yang membutuhkan pertolongan dari tim Rescuer untuk dapat dievakuasi
Sesaat kemudian Tim Rescuer dari Tim Bantuan Medis dengan ambulance beserta peralatan medis yang dibutuhkan saat evakuasi.
Tim Bantuan Medis Fakultas Kedokteran Universitas Riau merupakan tim terlatih yang bergerak di bidang kegawatdaruratan medis dan siap untuk menghadapi keadaan tidak terduga seperti yang teradi pada ledakan kali ini
Para Rescuer yang terlatih ini segera menuju lantai gedung yang terdapat korban setelah gedung sebelumnya dinayatakan aman dan dapat dijangkau oleh pemadam kebakaran.
Setelah tim rescuer sampai di lantai kejadian, menemukan korban dan melakukan penanganan awal, rescuer segera mempersiapkan korban untuk turun dari lantai kejadian sehingga korban dapat diberikan penanganan lebih lanjut oleh rescuer lainnya yang telah terlatih dalam penanganan medis.
Dari hasil searching tim rescuer, ditemukan satu orang korban henti nafas dengan cidera cervical, satu orang korban dengan keadaan psikis yang lemah akibat shock posttrauma dan seorang korban selamat yang phobia ketinggian. Ketiga korban segera ditatalaksanakan secara medis dan dipersiapkan untuk dievakuasi dari lantai kejadian.
Dua orang rescuer turun terlebih dahulu untuk mengamankan jalan pertolongan bagi pasien dan menunggu pasien yang akan diturunkan nantinya di bawah gedung yang terbakar.
selanjutnya, kedua rescuer tersebut menunggu rescuer selanjutnya untuk turun sebelum rescuer diatas menurunkan korban.
Dua orang rescuer berikutnya, turun dari lantai kejadian untuk bergabung dengan kedua rescuer sebelumnya.
Kedua rescuer yang telah turun kemudian bersiap menunggu korban yangmengalami kelemahan psikis akibat shock yang diturunkan oleh tim rescuer yang berada dilantai atas gedung dengan menggunakan tali.
Korban diturunkan menggunakan tali oleh tim rescuer di lantai atas, disambut oleh rescuer yang siap menunggu dibawah , kemudian rescuer tersebut membawa korban ke ambulans untuk diberikan penanganan selanjutnya
Selain menurunkan korban dengan keadaan psikis yang lemah, rescuer selanjutnya terlihat membawa turun korban selamat namun phobia ketinggian, sehingga membutuhkan bantuan dari recuer untuk dapat diturunkan dari lantai atas gedung.
Salah seorang rescuer diatas turun dari tempat kejadian sambil menggendong korban. Sampai di dataran, korban yang lemah dibawa dengan metode medical evacuation ke ambulans.
Selanjutnya, rescuer menurunkan korban dengan menggunakan tandu, karena korban dalam keadaan tidak sadar, sehingga memerlukan tandu untuk dievakuasi dengan aman. Korban ini sebelumnya telah diberikan resusitasi awal
Rescuer bersiap untuk menurunkan korban dengan menggunakan tandu yang telah dibuat seaman mungkin untuk korban sehingga tidak menambah trauma ataupun kerusakan lainnya pada korban
Tandu diturunkan perlahan dari bilayer yang berada diatas. Korban didampingi oleh seorang rescuer untuk memastikan kondisi pasien dalam keadaan stabil saat di evakuasi dari gedung ke dataran
Para rescuer yang ada dibawah menunggu tandu dan menolong rescuer pendamping korban dan mengamankannya sesampai di dataran kemudian dilakukan evaluasi keadaan korban. Korban tiba-tiba mengalami henti nafas, segera dilakukan RJP, setelah resusitasi berhasil (tanda2 bernafas muncul dengan look feel and listen), korban segera dibawa ke ambulans unutk mendapatkan penanganan medis selanjutnya yang lebih advance.
Demikianlah Simulasi Show of Force dari Tim Bantuan Medis FK UR untuk merayakan DIES NATALIS FAKULTAS KEDOKTERAN UR ke IX tahun 2010....
TBM FK UR, JAYA!JAYA!JAYA!